Senin, 06 Februari 2017

BK di Sekolah Dasar

 BK di Sekolah Dasar




Harga Per PTK 300ribu, Kalau ambil lebih dari dua bisa kurang.

Untuk Pilihan Judul PTK Klik Disini

Pelayanan bimbingan dan konseling secara umum bertujuan agar setelah mendapat pelayanan bimbingan dan konseling siswa dapat mencapai perkembangannya secara optimal sesuai dengan bakat, kemampuan, dan nilai-nilai yang dimiliki. Dan secara khusus, pelayanan bimbingan dan konseling bertujuan agar siswa dapat (1) memahami dirinya dengan baik, (2) memahami lingkungannya dengan baik.

Sedangkan dalam kaitannya di sekolah dasar, bimbingan dan konseling bertujuan untuk membantu siswa agar dapat mengatasi masalah-masalah yang tengah dihadapi, maupun yang mungkin timbul pada masa yang akan datang.

Fungsi Bimbingan dan Konseling di Sekolah Dasar (SD)
Menurut Crow & Crow (1960), fungsi bimbingan dan konseling di sekolah dasar adalah membantu penyesuaian masing-masing siswa terhadap sekolah dan dari sekolah terhadap siswa (Amti dan Marjohan, 1992).
Dari fungsi tersebut, maka sekolah harus merancang program bimbingan untuk:

  1. Mencegah terjadinya masalah pada diri siswa.
  2. Memberikan bantuan bagi siswa yang mengalami kesulitan belajar.
  3. Mengenali siswa-siswa yang mengalami kesulitan yang mendalam agar dapat diadakan usaha-usaha penyembuhan secara lebih tepat.
  4. Bertindak sebagai alat untuk memudahkan komunikasi antara rumah tangga dan sekolah.
  5. Menyediakan informasi tentang perkembangan siswa, sekolah, proses belajar, dan kurikulum bagi orang tua siswa.
  6. Memperkenalkan siswa tentang sekolah dan menyiapkan mereka untuk memasuki sekolah yang lebih tinggi.
  7. Memperkenalkan guru-guru tentang program testing yang dapat melengkapi informasi tentang anak untuk digunakan secara bersama-sama dengan informasi-informasi lainnya yang diperoleh guru di dalam kelas.
  8. Menyediakan kesempatan bagi individu siswa yang membutuhkan bantuan untuk mengikuti konseling dan mendapatkan informasi pendidikan dan jabatan.
  9. Bertindak sebagai perantara untuk layanan-layanan khusus yang tersedia di luar sistem persekolahan.
  10. Memberikan bantuan dalam penempatan siswa dalam kelas-kelas dan sekolah yang sesuai.
  11. Bekerja sama dengan lembaga-lembaga lain dalam mengkoordinasi program kesehatan mental siswa.
Kedudukan Bimbingan Konseling di Sekolah 
Menurut Depdikbud Tahun 1973 (dalam Amti dan Marjohan, 1992) menyatakan bahwa sekolah seyogyanya memberikan pelayanan yang optimal berdasarkan tiga usaha pokok, yaitu:

  1. Pemupukan perasan ingin memiliki pengetahuan, keterampilan, dan nilai-nilai melalui penyajian berbagai mata pelajaran secara relevan, efektif, dan efisien.
  2. Penyelenggaraan administrasi sekolah yang memadai, yang menunjang terlaksananya pengelolaan proses belajar-mengajar yang optimal.
  3. Pelayanan bantuan khusus dalam menghadapi kemungkinan –kemungkinan serta kenyataan-kenyataan mengenai adanya kesulitan yang dihadapi oleh siswa dalam rangka mencapai perkembangan yang optimal itu.
Berdasarkan tiga usaha pokok di atas, Amti dan Marjohan (1992) meringkasnya menjadi tiga bidang pokok pelayanan pendidikan di sekolah, yaitu:
  1. Bidang kurikuler, melalui penyajian mata pelajaran di sekolah.
  2. Bidang administrasi dan supervisi dalam bentuk penyelenggaraan administrasi dan supervisi di sekolah oleh kepala sekolah, guru, dan berbagai tenaga yang terkait.
  3. Bidang bimbingan melalui pemberian bantuan kepada siswa-siswa dengan memperhatikan berbagai kemungkinan dan kenyataan tentang adanya masalah-masalah yang dapat timbul dalam bidang pertama dan kedua di atas, atau masalah-masalah lain yang berada di luar kedua bidang itu tetapi dapat menghambat pencapaian tujuan perkembangan siswa yang optimal.
Kebutuhan Dasar Bimbingan Konseling di Sekolah Dasar (SD)

Permasalahan individu selalu muncul, begitu pula dengan siswa sekolah dasar. Oleh karena itu, siswa perlu dibantu untuk dapat mengatasi masalah-masalah yang diahadapinya, baik masalah yang tengah dihadapi maupun masalah yang mungkin akan muncul pada masa yang akan datang. Dari alasan ini, maka bimbingan dan konseling sangatlah berperan. Sejalan dengan sebab-sebab yang terjadi, kebutuhan akan bimbingan dan konseling di sekolah dasar bertolak dari upaya-upaya berikut (Amti dan Marjohan, 1992):

  • Membantu Siswa Mewujudkan Tugas-tugas Perkembangannya
Menurut Havighurst (dalam Amti dan Marjohan, 1992), tugas perkembangan yang harus dilaksanakan oleh siswa sekolah dasar (usia 6-12 tahun) yaitu:

  1. Mempelajari keterampilan-keterampilan fisik yang diperlukan dalam bermain.
  2. Mengembangkna keseluruhan sikap terhadap diri sendiri sebagai organism yang sedang tumbuh.
  3. Belajar bergaul dengan teman sebaya.
  4. Mengembangkan keterampilan-keterampilan dasar dalam membaca, menulis, dan berhitung.
  5. Mempelajari peranan sosial, baik sebagai wanita maupun pria.
  6. Mengembangkan konsep-konsep yang dibutuhkan untuk kehidupan sehari-hari.
  7. Mengembangkan kata hati, moralitas, dan norma-norma.
  8. Mendapatkan kebebasan pribadi.
  9. Mengembangkan sikap-sikap terhadap kelompok-kelompok dan badan-badan sosial.
Guru perlu memahami tugas perkembangan tersebt karena dengan memahaminya, ia akan mampu melaksanaan pendidikan sesuai dengan kematangan, kesiapan, dan kebutuhan siswa.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar